Apa itu Autisme?

Autisme adalah suatu gangguan perkembangan yang sangat kompleks pada anak yang terjadi di bawah umur 3 tahun.Gangguan perkembangan ini meliputi gangguan kemampuan berkomunikasi, kemampuan berinteraksi sosial dan kemampuan berperilaku. Autisme BUKANLAH penyakit menular.

Gangguan – gangguan perkembangan tersebut meliputi :

GANGGUAN KOMUNIKASI/BICARA

Keterlambatan / tidak terjadinya perkembang­an bahasa wicara.

Penggunaan bahasa yang berulang ulang dan tidak bermakna.

Tidak mempunyai kemampuan untuk bermain peran

Berbicara kaku seperti robot dan baku.

Tidak ada kemampuan spontanitas

GANGGUAN BERINTERAKSI SOSIAL

Mengalami kesulitan untuk membentuk pertemanan.

Tidak mempunyai kemampuan spontanitas dalam kegembiraan, minat atau prestasi ter­hadap orang lain.

Mengalami gangguan dalam hubungan sosial emosional timbal balik.

Mengalami gangguan dalam ekspresi wajah,­ postur tubuh, tatap mata untuk interaksi ­sosial.

GANGGUAN PERILAKU

Mempunyai rutinitas atau ritual yang tidak fungsional secara kaku.

Pola perilaku yang berulang-ulang (mengepak -ngepakkan tangan, menggeleng-gelengkan kepala, memainkan jari-jari).

Terpaku pada benda tertentu dan sulit di­alihkan.

Memiliki sensitifitas yang tinggi terhadap ­cahaya, suara/bunyi, benda tertentu.

BAGAIMANA MENGETAHUI GEJALA AUTISME SEJAK DINI?

Tentunya bila gejala autisme dapat dideteksi sejak dini dan kemudian dilakukan penanganan yang tepat dan intensif, kita dapat membantu anak autistik untuk berkembang secara optimal.

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengetahui gejala autis, salah satunya dengan metode yang dinamakan M-CHAT (Modified Checklist for Autism in Toddlers). Orang tua keluarga  harus mengamati 6 pertanyaan penting berikut :

Apakah anak tersebut tertarik pada anak-anak lain?

Apakah anak tersebut dapat menunjuk untuk memberitahu ketertarikannya pada sesuatu?

Apakah anak tersebut pernah membawa suatu benda untuk diperlihatkan pada orangtua?

Apakah anak tersebut dapat meniru tingkah laku anda?

Apakah anak tersebut merespon bila dipanggil namanya?

Bila anda menunjuk mainan dari jarak jauh, apakah anak tersebut akan melihat ke arah mainan yang anda tunjuk?

Bila jawaban anda TIDAK pada 2 pertanyaan atau lebih, maka sebaiknya berkonsultasi dengan profesional yang ahli dalam perkembangan anak dan mendalami bidang autisme.

Sedangkan kita adalah sebagai keluarga besar LSPR yang bergerak dalam pendidikan di bidang komunikasi wajib peduli terhadap anak – anak autistik yang memiliki kesulitan dalam berkomunikasi ini, maka sebaiknya kita juga tahu bagaimana menghadapi anak-anak berkebutuhan khusus (autistik)  yang ada di sekitar kita.Oleh karena itu dibawah ini ada beberapa tips yang  dapat dilakukan sebagai berikut:

Ketika anak tersebut bertanya terus menerus (dengan pertanyaan yang sama) jawab pertanya­an tersebut namun selanjutnya sebelum dia menanyakan kembali dengan pertanyaan yang sama sebaiknya anda balik bertanya seperti yang ditanyakan.

Ketika anak tersebut berbicara atau berteriak yang kurang jelas, abaikan saja karena itu merupakan kebutuhan dia untuk mengekpresikan pikirannya.

Apabila dia berkata kotor atau kurang sopan, sebetulnya dia tidak tahu apa yang dikatakan, ka­rena ia hanya  mengucapkan saja tanpa tahu artinya, abaikan saja dan minta dia keluar setelah dia tenang katakan bahwa harus berbicara yang baik.

Ketika dia menyendiri, ajaklah bergabung, namun apabila ia menolak biarkanlah dia menyendiri, yg penting anda tetap peduli dengannya.

Ketika dia susah mengekspresikan keinginannya, cuek, tidak kontak mata, tidak basa basi, terkadang tertawa/menangis tanpa sebab hal tersebut merupakan cirinya dia, jadi harap ­maklum.

Ketika dia sulit menyampaikan apa yang dirasakan atau inginkan, tolong jangan dibentak atau dicibirkan tetapi, sabarlah untuk  menggali dan bertanya dengan bahasa sederhana dan jelas tunjukan atau arahkan yang benar.

Apabila  dia memiliki ketertarikan yang berlebihan akan sesuatu contohnya (orang/teman, barang atau binatang) selama tidak mengganggu, biarkan saja. Namun apabila mengganggu lingkungan,  wajib lapor ke SGO atau LSBA

Bila ia Kesulitan dalam pemahaman bahasa  dan berbahasa secara baku kaku, itulah kele­mahannya.

Ingat ya, Ia juga memiliki seksualitas yang sama dengan kita, jadi wajar dong kalau dia jatuh cinta dengan seseorang, namun sayangnya ia tidak dapat mengekspresikan seperti kita, oleh karena itu bersikaplah biasa saja dan katakanlah bahwa dia harus bersikap baik.

TIPS DALAM MENGHADAPI INDIVIDU DENGAN AUTISME:

Apabila mendapati anak yang tiba-tiba mengambil barang yang bukan miliknya, jangan langsung merebut barang tersebut tetapi katakan dengan baik padanya untuk mengembalikan barang tersebut.

Apabila melihat anak berlari tergopoh-gopoh atau berlari tidak jelas tanyakan dan cari tahu apa yang dia inginkan dan katakan padanya tenang, pelan-pelan.

Ia juga terkadang rigid dengan suara, warna, cahaya, benda tertentu, namun kita  tidak perlu  khawatir dengan keadaannya, cari tahu saja apa yang ditakuti, jauhkan benda tersebut dari dia atau diminta  ke tempat lain.

Bila dia membuat berisik di kelas, suruhlah dia keluar dulu supaya dia bisa menenangkan diri dan tidak mengganggu orang lain.

Bila dia tidak paham atas pelajaran yang diajarkan, tanyalah secara personal  dengan bahasa sederhana dan jelas.

Apabila dia kurang focus dengan materi yang diajarkan, abaikan saja, kemudian setelah kelas selesai tanyakan kesulitannya.

Bila anak mengalami tantrum/ngamuk yang tidak jelas, sebaiknya jangan banyak bicara, pastikan disekitar anak tidak ada benda yang membahayakan dan apabila tidak terkendali lakukan dekapan se­perti di gambar dan sebaiknya dilakukan sambil duduk.

Berkomunikasilah dengan bahasa yang sederhana dan pendek, kalimat yang panjang dan kompleks akan membingungkannya.

Apabila anak membeo (mengucapkan kata/pertanyaan yang kita sebutkan sama persis) sebaiknya kita membantu dengan mengucapkan pertanyaan sekaligus memberi jawaban.

Terkadang anak  tiba – tiba masuk ke ruangan dan memainkan komputer, sebaiknya ditegur baik-baik dan arahkan untuk keluar ruangan.

Bila anak melakukan  kegiatan rutin yang tidak berfungsi (misal selalu mematikan/menghidupkan lampu berulang-ulang), sebaiknya katakan tidak, stop dan jelaskan alasannya kenapa dengan bahasa sederhana.

Anak kebutuhan khusus merupakan anak yang mempunyai hak yang sama dengan kita semua, hargailah.

Berdamailah dengan anak yang memilki kebutuhan khusus, karena kita akan belajar dan bersyukur  dari keragaman yang Tuhan ciptakan.