Mendidik Kemandirian Pada ABK Dari Lingkungan Rumah

Ibu Rety Listya Handayani, adalah ibu super kita kali ini, mempunyai putra yang di diagnosa menyandang Autism Spectrum Disorder ASD sejak usia 3 tahun, Ibu Rety dan Bapak Wishnu Yudiono tidak serta menyerah dan tetap berusaha memberikan yang terbaik bagi buah hatinya Muhammad Rifqi Adiono pemuda berusia 21 tahun, yang sangat mandiri dan santun.

20181027_082202

Kemandirian Rifqi membuat orang-orang di dalam lingkungannya kagum dan penasaran mengenai cara mengajar kedua orantuanya sehingga dapat membimbing Rifqi menjadi pribadi yang banyak disenangi. Dalam kesempatan wawancara dengan ibu Rety, beliau mengungkapkan bahwa, dengan tujuan agar Rifqi bisa mandiri, ibu Rety sekeluarga mengajak Rifqi bisa mengerjakan banyak hal. Cara yang ditempuh biasanya melalui memberi contoh untuk dilakukan oleh Rifqi. Misalnya ketika melatih Rifqi naik kereta saat baru kuliah di London School Beyond Academy LSBA, dimulai dengan ayahnya menemani Rifqi naik kereta dan jalan hingga sampai ke kampus, kemudian Rifqi dilepas untuk mencoba sendiri keesokan harinya dengan monitor oleh ayahnya dari rumah. Begitu dipandang Rifqi sudah bisa, kemudian kedua orang tuanya memberi kepercayaan dan berani melepas Rifqi untuk berangkat kuliah menggunakan kereta.

20181027_081759[1]“Tidak hanya dapat menaiki transportasi umum untuk berangkat ke sekolah, Rifqi juga biasa membersihkan tempat tidur dan menata kamarnya sendiri. Rifqi juga selalu ringan tangan jika diminta bantuan oleh orang tua dan saudara-saudaranya. Dia suka membantu menjemur pakaian dan memberi makan kucing dan ikan peliharaan ketika di rumah” ujar ibu Rety.

Dalam melatih kemandirian pada Rifqi, ibu Rety mengakui bahwa salah satu tantangan terberatnya adalah suasana lingkungan yang tidak mendukung. Rifqi pernah mengalami dua kali kehilangan HP di kereta karena dicopet. Namun itu menambah pengalaman Rifqi dalam menjaga barang-barang miliknya. Rifqi juga belajar sedikit ilmu beladiri seperti Taekwondo untuk prinsip-prinsip pertahanan diri.

20181027_081719[1]Kedua orang tua Rifqi mengajarkan ilmu akhlak melalui pelajaran agama dan banyak bercerita kepada Rifqi, sehingga Rifqi dapat tumbuh menjadi pemuda yang penuh empati dan sopan, beliau juga mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada guru-guru Rifqi yang telah mengajarkan agama dan budi pekerti kepada anaknya tersebut.

Kemandirian terutama terhadap hal-hal dasar pengurusan diri adalah salah satu hal terpenting yang harus dilatih pada semua anak terutama anak dengan ASD, untuk melakukannya bukanlah hal yang mudah, namun akan sangat bermanfaat untuk anak tersebut kedepannya, walaupun masih ada beberapa aspek yang akan selalu dijaga dan dibimbing. Ketika ditanya pesan apa yang dapat disampaikan ibu Rety kepada orangtua lain diluar sana yang mengharapkan kemandirian kepada anaknya, beliau berpesan “Jangan menyerah dan nikmati setiap kemajuan dari buah hati walau kemajuannya hanya sedikit serta selalu bersyukur atas berkah-Nya.” (Muliya.SP)