sumber : Instagram pribadi @glennfredly30

Pada hari Rabu (8/4/2020) Indonesia kembali dikejutkan atas kepergian yang begitu mendadak di puncak produktivitasnya sebagai musisi  yaitu Glenn Fredly Deviano Latuihamallo yang kita kenal sebagai Glenn Fredly, Si Pemilik suara emas dari Timur Indonesia ini  menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Setia Mitra, Fatmawati pada pukul 18.00 WIB. Glenn Fredly tutup usia pada umur 44 tahun dengan penyakit radang selaput otak (Meningitis)  yang sudah dideritanya sejak lama.

Ucapan bela sungkawa yang diunggah oleh rekannya. Sumber : Instagram @dittopercussion

Pria kelahiran Ambon Maluku ini, mengawali karirnya sebagai vokalis band Funk Section pada tahun 1995, Tiga tahun kemudian Glenn Fredly  memulai debutnya sebagai seorang penyanyi solo di bawah naungan dari Sony Music Indonesia. Beliau meluncurkan Album pertamanya berjudul “Glenn (1998)” kemudian album kedua berjudul “Kembali (2000)”. Nama Glenn Fredly semakin populer berkat album ketiganya yang  berjudul “Selamat Pagi Dunia (2002)” serta beberapa lagu romantisnya seperti “ Januari “, “ Terserah ”, “ Aku Masih Disini “, “ Sekali ini saja “ dan “Akhir Cerita Cinta ” yang langsung membius hati pendengarnya. Sampai saat ini, lagu-lagu romantisnya menjadi lagu yang tak lekang oleh waktu di Industri musik Indonesia. Di tengah perjalanan musiknya, Glenn juga menjadi produser untuk album rekannya sesama musisi seperti Pasto (2005), Yura Yunita (2014), dan Hidayah (2016).

Sumber : Instagram pribadi @glennfredly30

Pemilik suara emas dari Timur Indonesia ini, meraih berbagai penghargaan seperti kategori lagu terbaik dan penyanyi pria terbaik kategori music R&B pada AMI Award (2001), Artis Solo Pria Pop terbaik pada AMI Award (2005) , Karya Produksi Jazz Terbaik pada AMI Award (2006), Artis  Solo Pria/Wanita Urban Terbaik pada AMI Award (2013), Karya Produksi Kolaborasi Terbaik pada AMI Award (2019). Sungguh Hebat! Terimakasih Glenn Fredly atas semua kontribusi perjalananmu di Industri musik Indonesia ini, Kepergianmu sangat meninggalkan luka mendalam bagi kami. Selamat Jalan, Pemilik Suara Emas dari Timur Indonesia!

 

Article by : Evira Dwi Anyelia