HAPPY VALENTINE – Makna Kasih Sayang

Tidak dipungkiri lagi, bulan Februari adalah bulan yang penuh dengan kasih sayang dan cinta. Siapa yang tidak mengenal istilah Valentine? Siapapun dari anak-anak, orang dewasa hingga lanjut usia mengenal istilah Valentine walaupun mereka tidak mengetahui makna sesungguhnya. Warna pink, coklat, bunga, boneka, bentuk hati, dan suasana yang hangat romantis sungguh identik dengan Valentine yang jatuh pada 14 Februari. Setiap pasangan secara tidak langsung dan tanpa mereka sadari berusaha untuk membuat kejutan dan hadiah tak terduga untuk pasangan mereka.

Sayangnya, seiring berjalannya waktu, makna Valentine pun bergeser. Mulai dari hal yang sederhana, kini mulai bergeser ke arah materi. Semakin mahal barang yang dapat diberikan, maka diartikan sebagai besarnya cinta kepada pasangan. Bahkan, yang lebih disayangkan lagi, media massa memberitakan bahwa di beberapa tempat ditemukan pasangan yang belum menikah melakukan hubungan yang di luar batas. Dan masih ada beberapa berita lainnya yang sebenarnya bertolak belakang dengan makna kasih sayang itu sendiri. Walaupun masih ada beberapa pasangan juga yang menunjukkannya dengan hal-hal positif.

Jika kita lihat kembali, sebenarnya makna kasih sayang tidak hanya selalu ditunjukkan dengan meriahnya kejutan, banyaknya hadiah, dan juga dengan siapa kita merayakannya. Tetapi kasih sayang juga bisa berarti mencurahkan perhatian pada orang-orang di sekitar kita, seperti orangtua, keluarga, teman, dan orang yang berjauhan dengan kita.

Kita tidak membutuhkan waktu khusus dan ‘sakral’ untuk menunjukkan rasa kasih sayang dan cinta kita kepada sesama. Sebaliknya, kita dapat menggunakan setiap hari, setiap saat dalam hidup kita untuk mengasihi dan mencintai orang lain. Tentunya ini menjadi jauh lebih baik jika dibandingkan dengan setiap hari yang diisi dengan kekerasan, pelecehan, konflik antar SARA dan tindakan kriminal lainnya yang terus muncul ke permukaan.

Tidak dapat dipungkiri juga kita banyak terpengaruh oleh budaya luar yang cukup bertolak belakang dengan kita. Walaupun bertolak belakang, kita masih tetap dapat mengadaptasikannya dengan budaya kita, yaitu kebersamaan. Misalnya saja dengan membuat acara tukar kado bersama ataupun mengadakan acara sosial yang mengangkat satu isu tertentu. Ketika kita berbagi dengan orang lain yang sedang kesusahan ataupun tertimpa bencana. Kita bisa berbagi keceriaan, kehangatan, kebahagiaan, dan juga berbagi kasih bersama. Ini juga merupakan salah satu bentuk kasih sayang yang ditunjukkan dalam skala yang berbeda.

Share This: