Street Art Sebagai Media Berkomunikasi

 

Street artadalah visual art yang biasanya diekspresikan di tempat-tempat publik, contohnya di jalanan (ini juga alas an kenapa seni ini disebut ‘street’ art).

 

Diawali dengan kemunculan karya-karya visual pada dinding-dinding batu atau gua yang dapat kita temukan hampir di seluruh belahan dunia, lukisan dinding gua ini muncul pada zaman batu akhir atau Paleolitik-Mesolitik, di mana hal ini juga merupakan cikal bakal lahirnya tulisan dan munculnya sejarah seni lukis. Hingga pada masa yang lebih modern, dalam sejarah kebangsaan Indonesia misalnya, street art juga mengambil peranan yang sangat signifikan, yaitu pada masa revolusi 45, di mana pada masa itu street art muncul dengan fungsi agitatifnya, berisikan seruan untuk memerdekan diri dari penjajahan Belanda dan melawan imperialism barat.

Setelah itu, muncul pula pada akhir tahun 70-an hingga awal 80-an di Amerika, di saat dimulainya komersialisasi atas keberadaan ruang publik, di mana saat itu korporasi mulai masuk, merebut, menguasai dan menggunakan ruang pubik, hingga institusi pendidikan formal seperti sekolahan sebagai wilayah pasar.

Tapi semakin kesini, street art juga makin berkembangng tidak hanya gambar-gambari sengaja, tapi biasanya juga berupa tulisan yang meyuarakan seruan, saran, bahkan sindiran si pembuat karya terhadap masalah atau pun pihak-pihak tertentu (yang lagi ngetrend sih biasanya terhadap pemerintah).

Banyak teknik atau cara menggambar yang bias diterapkan dalam street art yang sangat akrab di telinga maupun di mata kita, contohnya seperti mural dan graffiti.

Mural adalah cara menggambar atau melukis di atas media dinding, tembok atau permukaan luas yang bersifat permanen lainnya.

Lalu apa bedanya dengan graffiti? Berbeda dengan graffiti yang lebih menekankan hanya pada isi tulisan dan kebanyakan dibuat dengan cat semprot (pilox), mural lebih bebas dan dapat menggunakan media cat tembok atau cat kayu bahkan cat atau pewarna apapun juga seperti kapur tulis atau alat lain yang dapat menghasilkan gambar.

Berangkat dari stigma kita sebagai makhluk hidup dan makhluk social pasti tidak dapat tidak berkomunikasi, menjadikan inspirasi bagi LSPR Advertising Society untuk membuat ajang berkomunikasi dengan cara yang kreatif. Mengkombinasikan penyuaraan pendapat serta teknik mural. Kami ingin menjadi suatu wadah bagi orang – orang yang ingin mengekspresikan apa yang mereka rasakan kepada publik melalui goresan gambar yang ada dengan menarik serta kreatif sehingga mengundang orang untuk membacanya dan menarik perhatian publik dan mengubah mind set publik yang mengatakan apabila gambar – gambar yang ada dijalanan merusak pemandangan kota, melainkan dapat menjadi suatu seni yang ada disetiap jalan dan tidak hanya sekedar seni, tetapi juga sebagai media komunikasi dengan menyampaikan pesan dan aspirasi.

Share This:

Related ProjectsYou might also be interested in these

Tips Mengembangkan Usaha Kuliner

Di jaman sekarang masakan kuliner merupakan salah satu usaha yang sedang banyak diminati.  usaha

Pemanasan Sebelum Menari? Penting Gak Sih?

Pemanasan.Suatu kegiatan yang kerap kali kita lupakan atau bahkan kita abaikan sebelum menari.

Mitos Susu Sapi

 Sejak masih kecil, kita selalu dibiasakan oleh orangtua kita untuk mengkonsumsi susu sapi.

Friendly Match in Bandung

On 30 November 2013 until 1 December 2013, LSPR Hockey Club was having mini gathering in Bandung.

Street Art Sebagai Media Berkomunikasi

  Street artadalah visual art yang biasanya diekspresikan di tempat-tempat publik, contohnya di

Asal Mula Kompetisi Marching Band di Indonesia

Halo semuanya, LSPR Marching band diberi kesempatan lagi untuk mengisi artikel tentang marching

TRUE LOVE

Siapa yang tidak pernah merasakan cinta? Perasaan yang selalu membuat bahagia, bisa buat

“Tidak Hanya Berprestasi, Tapi Juga Peduli”

Meskipun masih berstatus sebagai mahasiwa, bukan berarti kita tidak dapat berkontribusi terhadap isu

The Way You Talk, The Way People Understand You

Ever feel as if you’re speaking with the mute button on? Here’s how to get people to

Together We Are One

“One for All, All for One” mungkin ini kata yang cocok untuk menggambarkan betapa pentingnya

ARTI SEBUAH PENGORBANAN

Setiap tahun umat Kristiani selalu merayakan Hari Raya Paskah. Pada perjanjian lama, Hari Raya

“Tidak Hanya Berprestasi, Tapi Juga Peduli”

Meskipun masih berstatus sebagai mahasiwa, bukan berarti kita tidak dapat berkontribusi terhadap isu